Wednesday, May 2, 2012

Iklan dan prostitusi di dunia maya


Iklan dan Prostitusi Di Dalam Dunia Maya ( cyber crime )
Ilustrasi

SURABAYA - Terjadinya prostitusi di dunia maya merupakan pembaruan dari modus yang berkembang seiring kemajuan teknologi komunikasi saat ini. Untuk mencegah merebaknya penyakit masyarakat itu, ruang gerak 'bisnis' itu harus dipersempit.

"Salah satunya dengan cara memperketat dengan melakukan razia di sejumlah hotel tanpa pengecualian," ujar Sosiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Bagong Suyanto kepadaOkezone, Kamis (25/4/2012).

Dia menilai, merebaknya prostitusi juga dipicu sikap pihak kepolisian yang tidak tegas dalam melakukan razia. Selain itu, ketidaktegasan hukuman terhadap unsur prostitusi, seperti mucikari, pekerja seks komersil, dan pengguna, juga menjadi pemicu merebaknya prostitusi di kalangan masyarakat.

"Selama ini terlihat ada diskriminatif dalam melakukan razia. Aparat jarang merazia hotel bintang lima. Sasarannya hanya losmen dan hotel kelas melati. "Baik itu  mucikari, PSK atau pengguna merupakan kesatuan dalam prostitusi. Mereka semua harus ditindak," terangnya.

Dia juga menyarankan, agar pemerintah melakukan pengawasan atas kesepakan yang melarang adanya penambahan wisma maupun penghuni di Lokalisasi Dolly, Surabaya. "Seiring berjalannya waktu tentunya prostitusi akan hilang dengan sendirinya," tambahnya.

Ia juga menjelaskan, pelacur sebenarnya berasal dari kata "Lacur" yang berati terlanjut terjerumus. "Harusnya ada pencegahan agar tidak terjerumus ke pelacuran," tukasnya.

Sebelumnya, sebanyak tujuh gadis di Surabaya dijajakan oleh seorang mucikari melalui akun facebook. Mucikari berinisial AL itu, ditangkap petugas saat tengah mengantarkan R (16), ke pria hidung belang yang memesan jasanya, di sebuah hotel di Surabaya.
Sumber;  Okezone.com



Analisa nya ;

Dalam dunia maya ini, masyarakatnya terlalu bebas dan bebas , Faktor inti nya;
·        Kurang adanya pemblokiran URL Porn
·        Berubah perannya sebuah Jejaring sosial, yang menjadi sebuah sarana bisnis yang bebas  akan menjual produk apapun.
·        Banyak situs situs yang terselubung .
·         Gampang dan mudah mengakses .

Hal-hal di atas yang membuat  moral sebagian bangsa kita menjadi abnormal . Mudahnya mengakses situs situs barat yang berbanding  terbalik dengan moral budaya kita, mengakibatkan sebuah pelanggaran yang signifikan . Peran sarana informasi kini menjadi ajang saing berbisnis di dunia maya. Sarana informasi ini di jadikan ajang promosi terselubung bagi sebagian individu yang melakukan iklan prostitusi . Interaksi yang terselubung pula dapat di lakukan melalui jejaring sosial seperti  Facebook dll.

Seharusnya Pemerintah pun mengikti perkembangan teknologi yang serba instan ini, pemerintah jangan hanya menangkap pelaku cyber crime, tapi pemerintah pun harus mencegah dan mengatasi kebocoran atau sebuah kelengahan dari praktek kriminal tersebut.

Mungkin dengan pembatasan URL yang di search oleh para pengguna layanan internet ini, akan mempersempit para pelaku cyber crime tersebut. Krisi moral tengah terjadi di bangsa kita, karna bangsa kita terlalu meninggikan ilmunya dari pada moral nya.

Masyarakat dunia maya pun harus mempunyai landasan asas kehidupan berbangsa, sesuai ideologi pancasila. Dimana etika dalam berinteraksi dalam dunia maya pun tidak terlalu bebas.

Pemerintah harus bisa melakukan pengontrolan terhadap Situs Situs yang sudah ada dan yang akan ada. Dunia maya terlalu luas untuk di kontrol. Mungkin opini tersebut adalah tugas bagi Pemerintah maupun kita sebagai generasi penerus bangsa yang intelektual. Kita harus menjunjung tinggi kepada MORAL dan AHKLAK dalam berinteraksi maupun Mempromosikan sesuatu jasa dalam dunia nyata atau sekalipun dalam dunia maya.

Arie Mukti wibowo 30-04-2012

No comments:

Post a Comment