Saturday, April 14, 2012

Ratting di ngeri kita


Ac nilsen dengan taktik ***** nya mungkin bisa juga membodohi kita .. 

AC nilesen adalah satu2nya lembaga rating yg berhak men-survey acara tv di negri kita ini, dan satu2nya yg berhak menentukan rating acara2 tv kita. Ada apa? Kenapa sebuah area ruang publik, yaitu tv bisa2nya di monopoli hanya oleh satu lembaga rating? Itu tdk perlu dipertanyakan. AC nielsen adalah bagian dari runutan jaring2 kekuasan yg tengah meng-agendakan pembodohan di negri kita ini. Bekerjasama dgn industri2 lain, mereka bersama-sama menggiring opini dan kecenderungan orientasi masyarakat pada hiburan2 bodoh dan merusak moral generasi kita.

Televisi bukan tdk memahami ini. Televisi bahkan bagian dari jaring2 yg sama. Mereka bahu membahu membudayakan kekerasan, pembodohan dan berita2 distraktif + destruktif secara terus-menerus dan terskemakan dgn rapi. Kepentingan owner dan stake holder tv adalah meraup keuntungan sebesar mungkin dari setiap jam tayang yg ada. Sekalipun para sponsor/pemasang iklan berbondong bondong memasang iklan dicara-acara penghancuran moral dgn alasan paling bnyk penonton dan target pasar, owner dan pelaku pertelevisian tdk ambil pusing, karena itu artinya: UANG dan KEUNTUNGAN BESAR.

Ini bukan hal yg luar biasa sebenarnya. Banyak pihak dan pengamat sosial memahami ini dan mengadakan seminar2 atau membuat buku tentang bagaimana berhati-hati terhadap televisi. Tapi betapa kekuatan jaring2 kekuasaan itu sebegitu dahsyatnya dalam meredam dan menepis semua itu. UANG adalah kekuatan utamanya. Semua yg kebagian UANG, yg mungkin (notabene) mereka adalah pihak-pihak yg berkompeten dalam menyaring acara2 tv, seperti KPI misalnya, telah tersumpal UANG.
Lingkaran yang takan bisa di hindari ...

Mungkin di negeri kita ini sedang terjadi Krisis Media , dimana peran gate keeper tak bisa menjadi perannya untuk menyaring pesan pesan yang menjadikan generasi negeri kita ini merdeka se-utuhnya ...

No comments:

Post a Comment